slot77reseller smmKencang77 Heylinkhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiaslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginSlot gacorslot danaslot gacorslot deposit danaslot dana 5000kencang77slot gacorkencang77kencang77slot777slot777kencang77slot777slot gacorsitus slot gacorAnalisis Teknologi Digital Dalam Perkembangan Mahjong Ways 2 Melalui Pendekatan Data ModernEvaluasi Sistem Permainan Gates of Olympus Dengan Perspektif Komputasi dan Perilaku DigitalPeran Analitik Data Dalam Memahami Dinamika Permainan Pragmatic Play di Era Teknologi ModernEksplorasi Mekanisme Digital PG SOFT Melalui Pendekatan Probabilitas dan Sistem InformasiTransformasi Pengalaman Digital Sweet Bonanza Melalui Inovasi Teknologi dan Analisis InteraktifKecerdasan Data Membantu Memahami Perkembangan Ekosistem Permainan Digital Masa KiniPendekatan Komputasi Modern Dalam Menganalisis Pola Interaksi Pengguna Pada Platform DigitalEvolusi Teknologi Hiburan Digital Mengubah Cara Pengguna Mengenal Sistem Permainan ModernAnalitik Prediktif Menjadi Solusi Dalam Memahami Perilaku dan Tren Permainan DigitalInfrastruktur Data Terintegrasi Mendukung Perkembangan Industri Hiburan Digital Berbasis Teknologi
slot77reseller smmKencang77 Heylinkhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiaslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginSlot gacorslot danaslot gacorslot deposit danaslot dana 5000kencang77slot gacorkencang77kencang77slot777slot777kencang77slot777slot gacorsitus slot gacorAnalisis Teknologi Digital Dalam Perkembangan Mahjong Ways 2 Melalui Pendekatan Data ModernEvaluasi Sistem Permainan Gates of Olympus Dengan Perspektif Komputasi dan Perilaku DigitalPeran Analitik Data Dalam Memahami Dinamika Permainan Pragmatic Play di Era Teknologi ModernEksplorasi Mekanisme Digital PG SOFT Melalui Pendekatan Probabilitas dan Sistem InformasiTransformasi Pengalaman Digital Sweet Bonanza Melalui Inovasi Teknologi dan Analisis InteraktifKecerdasan Data Membantu Memahami Perkembangan Ekosistem Permainan Digital Masa KiniPendekatan Komputasi Modern Dalam Menganalisis Pola Interaksi Pengguna Pada Platform DigitalEvolusi Teknologi Hiburan Digital Mengubah Cara Pengguna Mengenal Sistem Permainan ModernAnalitik Prediktif Menjadi Solusi Dalam Memahami Perilaku dan Tren Permainan DigitalInfrastruktur Data Terintegrasi Mendukung Perkembangan Industri Hiburan Digital Berbasis Teknologi

Khutbah Jum’at: Empat Kisah Urgensi Ilmu Dalam Al Qur’an

Empat Kisah Urgensi Ilmu Dalam Al Qur’an

Amir Sahidin, M.Ag

Pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga

Khutbah Pertama

Assalam‘alaikum Warahmatullaahi wa barakatuhu

-إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

-اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

-يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

-يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

 

Kaum Muslimin rahimakumullah

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT dengan nikmat-Nya dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul di sini menunaikan shalat jum’at secara berjamaah.

Keduakalinya, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan agama yang sempurna kepada umat manusia. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu berpegang teguh dengan ajaran Beliau hingga ajal menjemput kita.

Ketigakalinya, di sini khatib mewasiatkan kepada diri pribadi dan kepada para jamaah sekalian, untuk senantiasa bertakwa dengan sebenar-benar takwa. Yaitu senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah kapan pun dan di mana pun kita berada. Demikian itu karena sebaik-baik bekal kita kelak untuk menuju Allah Ta’ala adalah dengan takwa.

Kaum Muslimin rahimakumullah

Ilmu merupakan kunci kesuksesan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Untuk itulah, ilmu memiliki kedudukan mulia dalam Islam, di mana Islam menyeru kepadanya dan menguatkan urgensi akan hal tersebut (Zaidan, Uṣûl al-Dakwah, 17).

Terkait urgensi ilmu ini, Imam Al-Syafi’i pernah berkata:

طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ، وَقَالَ لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْم، وَقَالَ مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Mununtut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah”. Beliau berkata, “Tidak ada amalan setelah amalan fardhu (wajib) yang lebih utama daripada menuntut ilmu”. Beliau juga berkata, “Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia hendaklah dengan ilmu dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat hendaklah dengan ilmu” (al-Nawawi, Majmû‘ Syar al-Muhadzdzab, 1/20)

Selain itu, Allah sendiri telah banyak menyebutkan kisah-kisah urgensi ilmu dalam Al-Qur’an. Sehingga, pada kesempatan yang mulia ini akan disebutkan kisah urgensi ilmu dalam Al-Qur’an.

Kaum Muslimin rahimakumullah

Dalam Al-Qur’an al-Karim, setidaknya ada empat kisah tentang urgensi ilmu yang ingin khatib sampaikan dalam kesempatan mulia ini, yaitu:

Kisah Pertama: Kisah Perjalanan Nabi Musa Menuntut Ilmu

Kisah perjalanan Nabi Musa ini bermula dari pertanyaan yang dilontarkan salah seorang Bani Isra’il kepada beliau. Pertanyaan tersebut berbunyi, “Siapakah orang yang paling berilmu”, menjawab pertanyaan tersebut Nabi Musa berkata, “Aku”. Mendengar jawaban Musa, Allah pun langsung menegurnya karena tidak menisbatkan ilmu kepada-Nya. Allah juga memberitahukan bahwa ada orang yang memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Musa.

Mendengar ada orang yang lebih berilmu darinya, Nabi Musa pun bergegas membawa perbekalan dan mengambil seorang pemuda bernama Yusya’ bin Nun untuk membersamai perjalanan menuntut ilmunya. Kisah perjalanan inipun Allah abadikan dalam surat al-Kahfi ayat 60 hingga 82.

Selayaknya suatu perjalanan, Nabi Musa pun mengalami kesuliatan dalam perjalanan tersebut, sehingga Yusya’ bin Nun mengingatkannya untuk beristirahat. Namun Nabi Musa menolak tawaran tersebut, sebagaimana firman Allah:

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi [18]: 60)

Dari sinilah, kisah perjalanan Nabi Musa untuk menuntut ilmu menegaskan fakta penting, bahwa Nabi Musa ialah potret penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh dan kisah tersebut menunjukkan tentang urgensi serta keutamaan ilmu itu sendiri.

Bagaimana tidak? (1) Musa adalah seorang nabi dan juga seorang rasul, bahkan termasuk dari rasul ulul azmi, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk berburu ilmu baru. (2) Nabi Musa ‘alaiḥissalâm telah menempuh perjalanan dengan jarak yang jauh dan mengalami keletihan dalam mencarinya. (3) Beliau juga memiliki umat yang harus dibimbing dan ditunjukkan ke jalan yang lurus, namun sekalipun demikian, beliau tetap meninggalkan pengajaran terhadap umatnya demi mendapat tambahan ilmu (Al-Sa’di, Taisîr al-Karîm ar-Rahmân fî Tafsîr Kalâm al-Manân, 1/182).

Kisah Kedua: Keislaman Tukang Sihir Fir’aun

Kisah berikutnya adalah kisah keislaman tukang sihir Fir’aun. Sebagaimana termaktub dalam surat Thaha ayat 65 hingga 76, yang menceritakan pertarungan sihir mereka melawan mu’jizat Nabi Musa ‘alaihissalam hingga akhirnya mereka bersujud dan mengikrarkan keislamannya seketika itu juga.

Namun, keimanan mereka justru membuat Fir’aun murka dan mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka secara tersilang dan menyalib mereka di pelepah kurma. Tapi, ancaman itu dijawab para ahli sihir dengan tenang dan yakin, sebagaimana firman Allah:

قَالُوا لَنْ نُؤْثِرَكَ عَلَى مَا جَاءَنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالَّذِي فَطَرَنَا فَاقْضِ مَا أَنْتَ قَاضٍ إِنَّمَا تَقْضِي هَذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Mereka (para penyihir) berkata, ‘Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskn pada kehidupan di dunia ini” (QS. Thaha [20]: 72)

Dari sini, terlihat jelas perbedaan sikat tukang sihir tersebut, yang awalnya menjadi pembantu-pembatu Fir’aun namun sekarang menentangnya. Lantas apa yang menyebabkan keteguhan mereka tersebut? Jawaban tentang pertanyaan ini adalah ilmu.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ahli tafsir, salah satunya adalah Imam al-Nasafî, beliau berkata:

وَضَرَّ فِرْعَوْنُ جَهْلَهُ بِهِ وَنَفَعَهُمْ عِلْمُهُمْ بِالسِّحْرِ فَكَيْفَ بِعِلْمِ الشَّرْعِ

Kejahilan Fir’aun tentang sihir membahayakannya (sehingga tetap berada dalam kekafiran), sedang pengetahuan mereka tentang sihir bermanfaat bagi mereka, maka bagaimana dengan ilmu syar’i?” (Al-Nafasî, Madârik al-Tanzîl wa Haqâiq al-Ta’wîl, 2/375)

Dari penyataan di atas, yang menjadi sebab Fir’aun tetap kafir dan tidak tunduk kepada kebenaran yang dibawa oleh Nabi Musa ialah karena ia tidak tahu-menahu tentang ilmu sihir. Sementara tukang sihir, mereka tahu dan sadar bahwa tongkat Nabi Musa yang menjadi ular besar lalu memakan ‘ular-ular kecil’ mereka bukanlah sihir, tetapi mukjizat. Maka seketika itu pula mereka beriman kepada Rabbnya Musa dan Harun. Yakni, ilmu sihir mereka lah yang menghantarkan mereka kepada hidayah.

Imam al-Nafasî pun memberikan penjelasan lebih menarik dalam pernyataan tersebut, yaitu ungkapan beliau, “Maka bagimana dengan ilmu syar’i?”. Maksudnya, jika ilmu sihir yang dilarang saja bisa menghantarkan pemiliknya kepada jalan keimanan, lantas bagaimana dengan ilmu syar’i?. Tentu ilmu syar’i ini akan membimbing pemiliknya kepada keimanan yang lebih berkualitas.

Kisah Ketiga: Kisah Burung Hud-Hud

Kisah burung ini disebutkan Allah dalam surat al-Naml ayat 20 sampai 28, Sebagaimana termaktub pada ayat-ayat tersebut bahwa kisah burung Hud-hud ini berawal dari inspeksi yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman terhadap pasukannya. Namun, ketika pengecekan sekawanan burung, Nabi Sulaiman tidak melihat Hud-hud. Lantas Nabi Sulaiman bertanya: “Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, ataukah ia termasuk yang tidak hadir?” (QS. Al-Naml [27]: 20)

Setelah bertanya dan memastikan bahwa Hud-hud tidak ada, Nabi Sulaiman pun bersumpah:

لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ

 “Sungguh aku benar-benar akan menyiksanya dengan siksaan yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang” (QS. An-Naml [27]: 21)

Dari pernyataan Nabi Sulaiman di atas, terlihat jelas bagaimana kemarahan dan kemurkaan Nabi Sulaiman kepada Hud-hud. Karena ketiadaan Hud-hud ini merusak kedisiplinan. Jika dibiarkan akan berakibat pada pelanggaran-pelanggaran yang lain. Untuk itu Nabi Sulaiman mengancamnya dengan ancaman yang amat pedih, kecuali jika ia datang dengan membawa alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Singkat cerita, burung Hud-hud pun selamat dari ancaman siksaan yang akan diberikan. Lantas apa yang menjadi sebab burung Hud-hud terbebas dari hukuman? Jawabnya jelas, yaitu karena ilmu.

Hal ini ditegaskan oleh perkataan Imam Ibnu Qayyim, “Sungguh Nabi Sulaiman telah mengancam burung Hud-hud dengan siksaan yang amat berat atau menyembelihnya. Namun burung Hud-hud selamat karena ilmu. Kata pengantar yang disebutkan Hud-hud, “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” ini hanya bisa diucapkan karena ilmu. Jika tidak ada kekuatan ilmu, maka Hud-hud yang lemah tidak akan kuasa mengatakan kata-kata seperti ini kepada Nabi Sulaiman.” Ibnu Qayyim, Miftâh Dâr al-Sa’âdah: 1/173)

Kisah Keempat: Kisah Pemindahan Singgasana Ratu Saba’

Kisah ini termaktub pada ayat berikutnya, tepatnya pada surat Saba’ ayat 29 hingga 44. Setelah mendapatkan laporan dari burung Hud-hud tentang keberadaan negeri Saba’ berserta kondisi duniawi dan keagamaan mereka, Nabi Sulaiman langsung merespon cepat berita yang dibawa oleh Hud-hud. Nabi Sulaiman pun mengirim Hud-hud ke negeri Saba’ dengan membawa surat yang ditulisnya.

Tak lama kemudian, Nabi Sulaiman mengadakan sayembara siapakah yang bisa memindahkan singgasana Ratu Saba’ ke hadapannya. Mendengar permintaan tersebut, ada dua orang yang menawarkan kebolehannya. Yang pertama adalah Ifrit dari kalangan jin, dan yang kedua adalah orang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab.

Ifrit dari kalangan jin menjelaskan bahwa ia dapat melaksanakan perintah Nabi Sulaiman sebelum ia berdiri dari tempat duduknya. Sedangkan orang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab, ia dapat memindahkan singgasana Ratu Saba’ sebelum Nabi Sulaiman mengedipkan matanya. Sehingga orang yang memiliki ilmi dari Al-Kitab inilah yang memenangkan sayembara tersebut.

Oleh karena itu, kisah ini menunjukkan akan urgensi dan keutamaan ilmu. Karena pemindahan yang dilakukan oleh orang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab itu lebih cepat daripada yang dilakukan oleh si Ifrit. Tentang hal ini ada penyataan menarik yang disampaikan oleh Imam Ibnu Asyur, beliau berkata, “Kompetisi antara jin Ifrit dan orang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab mengindikasikan bahwa sesuatu menjadi mudah diselesaikan dengan hikmah dan ilmu yang tidak bisa dipecahkan dengan kekuatan.” (Ibn Asyur, al-Tahrîr wa al-Tanwîr, 19/271)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum Muslimin rahimakumullah

Dalam khutbah yang kedua ini, khatib ingin menyimpulkan materi yang telah dijelaskan sebelumnya. Bahwa ilmu merupakan warisan penting para nabi dan Rasul, sehingga ia sangat penting untuk dicari. Selain itu di dalam Al-Qur’an setidaknya ada 4 kisah terkait urgensi ilmu itu sendiri, yaitu (1) Kisah perjalanan Nabi Musa menuntut ilmu; (2) Kisah keislaman tukang sihir Fir’aun; (3) Kisah burung Hud-hud; (4) Kisah pemindahan singgasana Ratu Saba’.

Semoga Allah senantiasa memberi kita kesemangatan dalam menuntut ilmu-ilmu warisan para ulama ini. Demikian khutbah yang dapat kami sampaikan, mari kita tutup dengan berdoa kepada Allah:

-إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

-اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.

-اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ

-اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

-رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

-رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

-سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Sumber: www.dakwah.id

Link: https://dakwah.id/materi-khutbah-jumat-motivasi-menuntut-ilmu-dalam-al-quran/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

content-1701

article 0000301

article 0000302

article 0000303

article 0000304

article 0000305

article 0000306

article 0000307

article 0000308

article 0000309

article 0000310

article 0000311

article 0000312

article 0000313

article 0000314

article 0000315

article 0000316

article 0000317

article 0000318

article 0000319

article 0000320

article 0000321

article 0000322

article 0000323

article 0000324

article 0000325

article 0000326

article 0000327

article 0000328

article 0000329

article 0000330

article 0000331

article 0000332

article 0000333

article 0000334

article 0000335

article 0000336

article 0000337

article 0000338

article 0000339

article 0000340

article 0000341

article 0000342

article 0000343

article 0000344

article 0000345

article 0000346

article 0000347

article 0000348

article 0000349

article 0000350

article 0000351

article 0000352

article 0000353

article 0000354

article 0000355

article 0000356

article 0000357

article 0000358

article 0000359

article 0000360

article 0000361

article 0000362

article 0000363

article 0000364

article 0000365

article 0000366

article 0000367

article 0000368

article 0000369

article 0000370

article 0000371

article 0000372

article 0000373

article 0000374

article 0000375

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2990311

article 2990312

article 2990313

article 2990314

article 2990315

article 2990316

article 2990317

article 2990318

article 2990319

article 2990320

article 2990321

article 2990322

article 2990323

article 2990324

article 2990325

article 2990326

article 2990327

article 2990328

article 2990329

article 2990330

article 2990331

article 2990332

article 2990333

article 2990334

article 2990335

article 2990336

article 2990337

article 2990338

article 2990339

article 2990340

article 2990341

article 2990342

article 2990343

article 2990344

article 2990345

article 2990346

article 2990347

article 2990348

article 2990349

article 2990350

article 2990351

article 2990352

article 2990353

article 2990354

article 2990355

article 2990356

article 2990357

article 2990358

article 2990359

article 2990360

article 2990361

article 2990362

article 2990363

article 2990364

article 2990365

article 2990366

article 2990367

article 2990368

article 2990369

article 2990370

article 2990371

article 2990372

article 2990373

article 2990374

article 2990375

article 2990376

article 2990377

article 2990378

article 2990379

article 2990380

article 2990381

article 2990382

article 2990383

article 2990384

article 2990385

article 2990386

article 2990387

article 2990388

article 2990389

article 2990390

article 2990391

article 2990392

article 2990393

article 2990394

article 2990395

article 2990396

article 2990397

article 2990398

article 2990399

article 2990400

article 2990401

article 2990402

article 2990403

article 2990404

article 2990405

article 2990406

article 2990407

article 2990408

article 2990409

article 2990410

article 2990411

article 2990412

article 2990413

article 2990414

article 2990415

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 2000256

article 2000257

article 2000258

article 2000259

article 2000260

article 2000261

article 2000262

article 2000263

article 2000264

article 2000265

article 2000266

article 2000267

article 2000268

article 2000269

article 2000270

article 2000271

article 2000272

article 2000273

article 2000274

article 2000275

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

article 5500196

article 5500197

article 5500198

article 5500199

article 5500200

article 5500201

article 5500202

article 5500203

article 5500204

article 5500205

article 5500206

article 5500207

article 5500208

article 5500209

article 5500210

article 5500211

article 5500212

article 5500213

article 5500214

article 5500215

article 5500216

article 5500217

article 5500218

article 5500219

article 5500220

article 5500221

article 5500222

article 5500223

article 5500224

article 5500225

article 5500226

article 5500227

article 5500228

article 5500229

article 5500230

article 5500231

article 5500232

article 5500233

article 5500234

article 5500235

article 5500236

article 5500237

article 5500238

article 5500239

article 5500240

article 5500241

article 5500242

article 5500243

article 5500244

article 5500245

article 5500246

article 5500247

article 5500248

article 5500249

article 5500250

article 5500251

article 5500252

article 5500253

article 5500254

article 5500255

article 838000468

article 838000469

article 838000470

article 838000471

article 838000472

article 838000473

article 838000474

article 838000475

article 838000476

article 838000477

article 838000478

article 838000479

article 838000480

article 838000481

article 838000482

article 838000483

article 838000484

article 838000485

article 838000486

article 838000487

article 838000488

article 838000489

article 838000490

article 838000491

article 838000492

article 838000493

article 838000494

article 838000495

article 838000496

article 838000497

article 9998000441

article 9998000442

article 9998000443

article 9998000444

article 9998000445

article 9998000446

article 9998000447

article 9998000448

article 9998000449

article 9998000450

article 9998000451

article 9998000452

article 9998000453

article 9998000454

article 9998000455

article 9998000456

article 9998000457

article 9998000458

article 9998000459

article 9998000460

article 9998000461

article 9998000462

article 9998000463

article 9998000464

article 9998000465

article 9998000466

article 9998000467

article 9998000468

article 9998000469

article 9998000470

article 9998000471

article 9998000472

article 9998000473

article 9998000474

article 9998000475

article 9998000476

article 9998000477

article 9998000478

article 9998000479

article 9998000480

article 9998000481

article 9998000482

article 9998000483

article 9998000484

article 9998000485

article 9998000486

article 9998000487

article 9998000488

article 9998000489

article 9998000490

article 9998000491

article 9998000492

article 9998000493

article 9998000494

article 9998000495

article 9998000496

article 9998000497

article 9998000498

article 9998000499

article 9998000500

content-1701
news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

invoice 00026

invoice 00027

invoice 00028

invoice 00029

invoice 00030

invoice 00031

invoice 00032

invoice 00033

invoice 00034

invoice 00035

invoice 00036

invoice 00037

invoice 00038

invoice 00039

invoice 00040

invoice 00041

invoice 00042

invoice 00043

invoice 00044

invoice 00045

invoice 00046

invoice 00047

invoice 00048

invoice 00049

invoice 00050

invoice 00051

invoice 00052

invoice 00053

invoice 00054

invoice 00055

article 2000021

article 2000022

article 2000023

article 2000024

article 2000025

article 2000026

article 2000027

article 2000028

article 2000029

article 2000030

article 2000031

article 2000032

article 2000033

article 2000034

article 2000035

article 2000036

article 2000037

article 2000038

article 2000039

article 2000040

article 2000041

article 2000042

article 2000043

article 2000044

article 2000045

article 2000046

article 2000047

article 2000048

article 2000049

article 2000050

article 2000051

article 2000052

article 2000053

article 2000054

article 2000055

article 2000056

article 2000057

article 2000058

article 2000059

article 2000060

article 2000061

article 2000062

article 2000063

article 2000064

article 2000065

article 2000066

article 2000067

article 2000068

article 2000069

article 2000070

article 2000071

article 2000072

article 2000073

article 2000074

article 2000075

article 2000076

article 2000077

article 2000078

article 2000079

article 2000080

pusdataru 00021

pusdataru 00022

pusdataru 00023

pusdataru 00024

pusdataru 00025

pusdataru 00026

pusdataru 00027

pusdataru 00028

pusdataru 00029

pusdataru 00030

pusdataru 00031

pusdataru 00032

pusdataru 00033

pusdataru 00034

pusdataru 00035

pusdataru 00036

pusdataru 00037

pusdataru 00038

pusdataru 00039

pusdataru 00040

pusdataru 00041

pusdataru 00042

pusdataru 00043

pusdataru 00044

pusdataru 00045

pusdataru 00046

pusdataru 00047

pusdataru 00048

pusdataru 00049

pusdataru 00050

pusdataru 00051

pusdataru 00052

pusdataru 00053

pusdataru 00054

pusdataru 00055

pusdataru 00056

pusdataru 00057

pusdataru 00058

pusdataru 00059

pusdataru 00060

article 00000031

article 00000032

article 00000033

article 00000034

article 00000035

article 00000036

article 00000037

article 00000038

article 00000039

article 00000040

article 00000041

article 00000042

article 00000043

article 00000044

article 00000045

article 00000046

article 00000047

article 00000048

article 00000049

article 00000050

article 00000051

article 00000052

article 00000053

article 00000054

article 00000055

article 00000056

article 00000057

article 00000058

article 00000059

article 00000060

article 00000061

article 00000062

article 00000063

article 00000064

article 00000065

article 00000066

article 00000067

article 00000068

article 00000069

article 00000070

article 00000071

article 00000072

article 00000073

article 00000074

article 00000075

article 00000076

article 00000077

article 00000078

article 00000079

article 00000080

pemohonan 000001

pemohonan 000002

pemohonan 000003

pemohonan 000004

pemohonan 000005

pemohonan 000006

pemohonan 000007

pemohonan 000008

pemohonan 000009

pemohonan 000010

pemohonan 000011

pemohonan 000012

pemohonan 000013

pemohonan 000014

pemohonan 000015

pemohonan 000016

pemohonan 000017

pemohonan 000018

pemohonan 000019

pemohonan 000020

pemohonan 000021

pemohonan 000022

pemohonan 000023

pemohonan 000024

pemohonan 000025

pemohonan 000026

pemohonan 000027

pemohonan 000028

pemohonan 000029

pemohonan 000030

artikel 000000081

artikel 000000082

artikel 000000083

artikel 000000084

artikel 000000085

artikel 000000086

artikel 000000087

artikel 000000088

artikel 000000089

artikel 000000090

artikel 000000091

artikel 000000092

artikel 000000093

artikel 000000094

artikel 000000095

artikel 000000096

artikel 000000097

artikel 000000098

artikel 000000099

artikel 000000100

artikel 000000101

artikel 000000102

artikel 000000103

artikel 000000104

artikel 000000105

artikel 000000106

artikel 000000107

artikel 000000108

artikel 000000109

artikel 000000110

artikel 000000111

artikel 000000112

artikel 000000113

artikel 000000114

artikel 000000115

artikel 000000116

artikel 000000117

artikel 000000118

artikel 000000119

artikel 000000120

pengadilan 000061

pengadilan 000062

pengadilan 000063

pengadilan 000064

pengadilan 000065

pengadilan 000066

pengadilan 000067

pengadilan 000068

pengadilan 000069

pengadilan 000070

pengadilan 000071

pengadilan 000072

pengadilan 000073

pengadilan 000074

pengadilan 000075

pengadilan 000076

pengadilan 000077

pengadilan 000078

pengadilan 000079

pengadilan 000080

pengadilan 000081

pengadilan 000082

pengadilan 000083

pengadilan 000084

pengadilan 000085

pengadilan 000086

pengadilan 000087

pengadilan 000088

pengadilan 000089

pengadilan 000090

perkara 0000066

perkara 0000067

perkara 0000068

perkara 0000069

perkara 0000070

perkara 0000071

perkara 0000072

perkara 0000073

perkara 0000074

perkara 0000075

perkara 0000076

perkara 0000077

perkara 0000078

perkara 0000079

perkara 0000080

perkara 0000081

perkara 0000082

perkara 0000083

perkara 0000084

perkara 0000085

perkara 0000086

perkara 0000087

perkara 0000088

perkara 0000089

perkara 0000090

article 0000021

article 0000022

article 0000023

article 0000024

article 0000025

article 0000026

article 0000027

article 0000028

article 0000029

article 0000030

article 0000031

article 0000032

article 0000033

article 0000034

article 0000035

article 0000036

article 0000037

article 0000038

article 0000039

article 0000040

article 0000041

article 0000042

article 0000043

article 0000044

article 0000045

article 0000046

article 0000047

article 0000048

article 0000049

article 0000050

article 0000051

article 0000052

article 0000053

article 0000054

article 0000055

article 0000056

article 0000057

article 0000058

article 0000059

article 0000060

article 0000061

article 0000062

article 0000063

article 0000064

article 0000065

article 0000066

article 0000067

article 0000068

article 0000069

article 0000070

article 3000031

article 3000032

article 3000033

article 3000034

article 3000035

article 3000036

article 3000037

article 3000038

article 3000039

article 3000040

article 3000041

article 3000042

article 3000043

article 3000044

article 3000045

article 3000046

article 3000047

article 3000048

article 3000049

article 3000050

article 3000051

article 3000052

article 3000053

article 3000054

article 3000055

article 3000056

article 3000057

article 3000058

article 3000059

article 3000060

news-1701