Makalah: Posisi Teologis Baitul Maqdis bagi Umat Islam

Posisi Teologis Baitul Maqdis bagi Umat Islam

Oleh: Amir Sahidin, S.Pd, M.Ag

Baitul Maqdis adalah salah satu kota tertua di dunia, terletak di pertengahan wilayah Palestina, di atas bukit dengan ketinggian antara 38 hingga 720 meter dari permukaan laut (al- Nawazil al-Kubra fi al-Tarikh al-Islami, 158 ). Kota tersebut merupakan ibu kota Syam dan merupakan negeri yang disifati oleh Allah SWT dengan keberkahan (al-Thariq ila Bait al- Maqdis, 9). Bahkan, penyebutannya sebagai negeri barakah atau tanah barakah sebanyak lima kali dalam empat surat Makkiyah yaitu: Surat al-Anbiya’: 71 dan 81; surat Saba:18; surat al- A’raf : 137 dan surat al-Isra’: 1 (Yerusalem Dalam Al-Qur’an, terj: Ikhya Ulumuddin, 46. Dan Tafsir Al-Qur’an al-‘Adzim, 3/466; 5/5, 353, 358; dan 6/509)

Empat ayat pertama berkaitan dengan masa sebelum Islam, menyebut Baitul Maqdis sebagai tanah atau negeri yang telah dikaruniai keberkahan. Ayat kelima berkaitan dengan perjalanan malam (Isra’) Rasulullah SAW yang mengacu kepada masjid al-Aqsha. Sehingga dapat dikatakan bahwa empat ayat pertama mengarah kepada kawasan Baitul Maqdis, sementara ayat kelima mengacu kepada pusat barakah yang berada di Baitul Maqdis yaitu masjid al-Aqsha.

Di masa lalu, Baitul Maqdis adalah rumah, markas dan tempat persinggahan para nabi serta rasul. Nabi Ibrahim (QS. Al-Anbiya’: 71), Nabi Luth (QS. Al-Anbiya’: 71 dan Tafsir Al- Qur’an al-‘Adzim, 5/353), Nabi Ya’qub (QS. Al-Anbiya’: 72), Nabi Ishaq (QS. Al-Anbiya’: 72 dan al-Thariq ila Bait al-Maqdis, 13), Nabi Dawud (QS. Al-Anbiya’: 78), Nabi Sulaiman (QS. Al-Anbiya’: 81), sampai tibalah waktu Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh alam semesta dan terjadilah peristiwa Isra’ dan Mi’raj (QS. Al-Isra’: 1)

Baitul Maqdis secara etimologi diambil dari dua suku kata, pertama adalah “Bait” yang berarti: kuburan, sarung pedang, keluarga, kakbah, kemuliaan, istana, bagian dari suatu tempat, dan rumah atau tempat tinggal (Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir, 122). Kata kedua adalah “al-Maqdis” yang artinya: tempat suci. (Ibid, 1097) Sehingga, Baitul Maqdis adalah bagian dari suatu tempat yang disucikan. Namun, para ahli tafsir juga mengunakan nama Baitul Maqdis untuk masjid al-Aqsha (Tadzkirah al-Arib fi Tafsir al-Gharib, 202. Tafsir al-Jalalaini, 364, dan al-Jawahir al-Hasan fi tafsir Al-Qur’an, 3/450)

Selain itu, istilah atau nama Baitul Maqdis juga dapat memiliki arti yang lebih luas daripada masjid al-Aqsha. Sebagaimana firman Allah SWT, “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu” (QS. Al-Maidah: 21). Para ahli tafsir seperti adh- Dhahak, as-Suddi dan Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “al-Ardhu” (tanah) di sini adalah Baitul Maqdis (Ahkamu Al-Qur’an, 4/42. Dan al-Kasyfu wa al-Bayan ‘an Tafsir Al-Qur’an, 4/42). Sedangkan, kata “al-Muqaddasah” (yang suci) memiliki beberapa makna di antaranya: al-Muthaharah atau mensucikan (Majaz Al-Qur’an, 160.); al-Muthaharah al-Mubarakah atau mensucikan dan berbarakah (Jami’ al-Bayan fi Ta’wili Al-Qur’an, 10/168); bersih dari banyaknya dosa karena mayoritas nabi dan rasul pernah diutus ke dalamnya (I’rabu Al-Qur’an, 263); mensucikan dan membersihkan dari kesyirikan; serta dijadikannya tempat itu sebagai rumah para nabi dan orang-orang mukmin (Ahkamu Al-Qur’an, 4/42)

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Baitul Maqdis adalah tanah yang suci, bersih, dan barakah, karena banyaknya nabi yang diutus dan bertempat tinggal di dalamnya. Juga merupakan tempat orang-orang mukmin yang diberkahi Allah SWT.

Bagi umat Islam Baitul Maqdis memiliki arti yang sangat penting. Ia merupakan kiblat pertama sebelum dialihkan ke Kakbah yang terletak di dalam Masjidil haram. Di dalam Baitul Maqdis terdapat masjid al-Aqsha yang Allah SWT sejajarkan kedudukannya dengan Masjidil haram. Sebagaimana firman-Nya, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil haram ke masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya”(QS. Al-Isra’: 1).

Selain itu, Rasululah SAW pernah bersabda bahwa masjid al-Aqsha termasuk dari tiga masjid yang Allah spesialkan dari segi keutamaan dan pahala beribadah di dalamnya, “Jangan (bersusah-payah) melakukan perjalanan (untuk beribadah) kecuali ketiga masjid: Masjidil haram, masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan masjid al-Aqsha” (HR. Al-Bukhari, no: 1189, dan Muslim, no: 1397)

Baitul Maqdis juga memiliki keutamaan penting di akhir zaman, di mana Rasulullah SAW mengabarkan bahwa ia merupakan salah satu dari dua tempat yang tidak dapat dimasuki oleh Dajjal, “…Bahwasanya (Dajjal) akan muncul di muka bumi semuanya kecuali di Masjidil haram dan Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad bin Hanbal, no: 20178).

Selain itu, Baitul Maqdis juga termasuk dari negeri Syam (sekarang: Palestina, Suriah, Yordania, dan Lebanon) yang memiliki banyak keutamaan dan peran penting di akhir zaman. Misalnya Rasulullah menyebutkan bahwa, para malaikat membentangkan sayapnya di negeri Syam (HR. Ahmad, no: 21606; dan at-Tirmidzi, no: 3954) dan Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk pergi ke negeri Syam (HR. Ahmad, no: 4536; dan at-Tirmidzi, no: 2217). Semua ini menunjukkan betapa pentingnya Baitul Maqdis bagi umat Islam baik sejak zaman dahulu, sekarang, maupun akan datang.

Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, Baitul Maqdis adalah tanah yang suci dan berbarakah, meliputi pusat keberkahan yaitu masjid al-Aqsha dan sekelilingnya. Adapun arti penting Baitul Maqdis bagi umat Islam yakni, merupakan kiblat pertama; memiliki keutamaan lebih dibanding tanah selainnya; dan mempunyai peran penting di akhir zaman.

 

Repots From: Inpasonline.com

Link: https://inpasonline.com/posisi-teologis-baitul-maqdis-bagi-umat-islam/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

footer
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000631

article 138000632

article 138000633

article 138000634

article 138000635

article 138000636

article 138000637

article 138000638

article 138000639

article 138000640

article 138000641

article 138000642

article 138000643

article 138000644

article 138000645

article 138000646

article 138000647

article 138000648

article 138000649

article 138000650

article 138000651

article 138000652

article 138000653

article 138000654

article 138000655

article 138000656

article 138000657

article 138000658

article 138000659

article 138000660

article 138000661

article 138000662

article 138000663

article 138000664

article 138000665

article 138000666

article 138000667

article 138000668

article 138000669

article 138000670

article 138000671

article 138000672

article 138000673

article 138000674

article 138000675

article 138000676

article 138000677

article 138000678

article 138000679

article 138000680

article 138000681

article 138000682

article 138000683

article 138000684

article 138000685

article 138000686

article 138000687

article 138000688

article 138000689

article 138000690

article 138000691

article 138000692

article 138000693

article 138000694

article 138000695

article 138000696

article 138000697

article 138000698

article 138000699

article 138000700

article 138000701

article 138000702

article 138000703

article 138000704

article 138000705

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

article 238000341

article 238000342

article 238000343

article 238000344

article 238000345

article 238000346

article 238000347

article 238000348

article 238000349

article 238000350

article 238000351

article 238000352

article 238000353

article 238000354

article 238000355

article 238000356

article 238000357

article 238000358

article 238000359

article 238000360

article 238000361

article 238000362

article 238000363

article 238000364

article 238000365

article 238000366

article 238000367

article 238000368

article 238000369

article 238000370

article 238000371

article 238000372

article 238000373

article 238000374

article 238000375

article 238000376

article 238000377

article 238000378

article 238000379

article 238000380

article 238000381

article 238000382

article 238000383

article 238000384

article 238000385

article 238000386

article 238000387

article 238000388

article 238000389

article 238000390

article 238000391

article 238000392

article 238000393

article 238000394

article 238000395

article 238000396

article 238000397

article 238000398

article 238000399

article 238000400

article 238000401

article 238000402

article 238000403

article 238000404

article 238000405

article 238000406

article 238000407

article 238000408

article 238000409

article 238000410

sumbar-238000336

sumbar-238000337

sumbar-238000338

sumbar-238000339

sumbar-238000340

sumbar-238000341

sumbar-238000342

sumbar-238000343

sumbar-238000344

sumbar-238000345

sumbar-238000346

sumbar-238000347

sumbar-238000348

sumbar-238000349

sumbar-238000350

sumbar-238000351

sumbar-238000352

sumbar-238000353

sumbar-238000354

sumbar-238000355

sumbar-238000356

sumbar-238000357

sumbar-238000358

sumbar-238000359

sumbar-238000360

sumbar-238000361

sumbar-238000362

sumbar-238000363

sumbar-238000364

sumbar-238000365

sumbar-238000366

sumbar-238000367

sumbar-238000368

sumbar-238000369

sumbar-238000370

sumbar-238000371

sumbar-238000372

sumbar-238000373

sumbar-238000374

sumbar-238000375

sumbar-238000376

sumbar-238000377

sumbar-238000378

sumbar-238000379

sumbar-238000380

sumbar-238000381

sumbar-238000382

sumbar-238000383

sumbar-238000384

sumbar-238000385

sumbar-238000386

sumbar-238000387

sumbar-238000388

sumbar-238000389

sumbar-238000390

sumbar-238000391

sumbar-238000392

sumbar-238000393

sumbar-238000394

sumbar-238000395

sumbar-238000396

sumbar-238000397

sumbar-238000398

sumbar-238000399

sumbar-238000400

news-1701